Sabtu 18 Jumadil akhir 1443 H/21 Januari 2021 M.
KITAB FAWAIDUL MUHTAROH
BIOGRAFI SEBAGIAN SAHABAT NABI
1- Rasulullah bersabda: Tadi Jibril telah datang kepadaku, lalu aku katakan kepadanya: “Wahai jibril, beritahu aku keutamaan-keutamaan Umar bin Khatthab”. Jibril menjawab: “Seandainya aku sebutkan tentang keutamaan-keutamaan Umar semenjak Nuh tinggal bersama kaumnya, niscaya keutamaan-keutamaan Umar tidak akan habis. Dan Umar adalah satu kebaikan dari kebaikan-kebaikannya Abu bakar”.
2- Termasuk daripada karamah Sayyiduna Abu bakar As-Shiddiq adalah bahwasanya tatkala jenazah beliau ditandu ke kuburan Nabi , ada suara yang berbunyi: “Salam kepadamu wahai Rasulullah, ini adalah
Abu Bakar berada di depan pintu”. Tiba-tiba pintu itu terbuka dan
terdengar hatif (suara gaib) dari dalam kubur Nabi:
“Masukkanlah seorang kekasih (Abu Bakar) ke sebelah kekasihnya
أدخلوا الحبيب إلى الحبيب!
(Nabi)”.
- 3.’Aisyah bermimpi melihat tiga bulan telah jatuh ke pangkuannya,
Abu Bakar berkata kepada ‘Aisyah: “Jika mimpimu itu benar, maka
akan dikuburkan tiga penduduk bumi yang terbaik di rumahmu”. Tatkala
Nabi dikuburkan di rumah ‘Aisyah, Abu Bakar berkata: “Ini
adalah salah satu bulanmu, dan dialah bulan yang terbaik dari tiga bulan
itu”.
Nb .
1 Bulan yang kedua adalah ayahnya sendiri sayyidina Abubakar, dan bulan yang ketiga
adalah sayyidina Umar bin Khattab
¹HR. al-Imâm al-Hâkim
4- Sayyiduna Usman bin Affan tidaklah pergi ke kamar mandi
kecuali beliau memakai penutup kepala karena rasa malu beliau
kepada para malaikat. Maka beliau pun mendapat balasan dengan
rasa malu malaikat padanya sebagaimana yang telah disebutkan
dalam hadits. Rasulullah bersabda: “Apakah aku tidak malu kepada
orang yang para malaikat langit merasa malu kepadanya”.
Ibrahim bin Adham pernah berkata: Telah sampai pada kami bahwasanya
Utsman membentangkan selendangnya untuk para malaikat di
depan pintu kamar mandi seraya berkata: “Duduklah kalian berdua
disini sampai aku keluar kepadamu”.
- Muawiyah menangis ketika salah seorang menceritakan sifat-sifat
Sayyiduna Ali.’
Nb.
Diriwayatkan bahwa Muawiyah meminta Dhiror bin Dhomroh untuk menceritakan
tentang sifat-sifat sayyidina Ali, maka beliau berkata “sayyidina Ali adalah orang yang
jauh pandangannya (selalu yang dipandang adalah kebaikan akhirat), sangat kuat,
perkataannya benar, adil dalam menghukum, terpancar ilmu dari dirinya, keluar dari
ucapannya mutiara-mutiara hikmah, menyukai makanan yang keras dan pakaian yang biasa,
tidak suka terhadap dunia dan keindahannya, merasa tenang (ibadah) di kegelapan malam,
dan demi Allah dia orang yang banyak menangis (karena Allah), berpikir panjang, suka
membalik telapak tangannya (gemar bersedekah), mengintropeksi dirinya, mengagungkan orang
alim, mencintai orang miskin, orang yang kuat tidak bisa membuatnya berbuat kebatilan
(tidak bisa disuap) dan orang yang lemah tidak putus asa untuk mendapat keadilannya…..
6- Hakim bin Hizam dilahirkan di dalam ka’bah, dan hal itu disebabkan karena sang ibu mengikuti rombongan perempuan-perempuan Quraisy yang sedang memasuki Ka’bah dalam keadaan hamil, ibu sudah tidak tahan lagi lalu lahirlah Hakim. Hakim dilahirkan 13 tahun sebelum kejadian Perang Gajah dengan adanya perbedaan pendapat dalam hal itu. Hakim telah hidup selama 120 tahun, 60 tahun hidup pada masa Jahiliah (kafir), 60 tahun hidup pada masa Islam, beliau telah ikut dalam Perang Badar bersama orang-orang kafir, dia pun selamat namun dengan kekalahan. Jika bersumpah, beliau berkata: “Demi Dzat yang telah menyelamatkanku di Perang Badar”. Tidaklah dia berbuat suatu kebaikan yang dilakukan pada masa Jahiliah kecuali dia telah mengerjakan juga kebaikan itu pada masa Islamnya. Lalu Hakim mendatangi Nabi seraya berkata: “Wahai Rasulullah, bagaimana pendapat Anda, aku telah melakukan perbuatan-perbuatan berupa ibadah yang telah aku lakukan di masa Jahiliah, apakah ada pahala untukku?”. Rasulullah bersabda: “Kamu masuk islam dengan membawa kebaikan-kebaikan yang telah kamu lakukan dahulu”.
7- Ibnu Mas’ud adalah orang yang sangat pendek dengan ukuran setinggi hasta dan berbetis kaki pendek. Saat mengambil siwak dari pohon Arok, tiba-tiba angin membuat beliau terjatuh hingga jungkir balik. Orang-orang pun menertawainya, lalu Rasulullah bersabda: “Apa yang kalian tertawakan?”. Mereka menjawab: “Wahai Rasulullah, kami tertawa karena pendeknya kedua betis kaki Ibnu Mas’ud”. Lalu Rasulullah bersabda:
« والذي نفسي بيده، لهما في الميزان أثقل من أحد »
“Demi Dzat yang menggenggam jiwaku, dua betis kaki Ibnu Mas’ud di mizan (timbangan amal) kelak lebih berat daripada gunung Uhud”.
-8.Az-Zamakhsyari berkata dalam kitab Rabi’ul Abrår: Sesungguhnya para sahabat tatkala datang ke kota Madinah dengan membawa barang rampasan dari Persia di masa pemerintahan Umar, ada bersama mereka tiga putri raja Yazdajrad. Umar memerintahkan untuk menjual tiga putri tersebut, lalu Ali berkata: “Sesungguhnya putri-putri raja itu tidaklah diperlakukan seperti diperlakukannya perempuan lainnya”. Umar bertanya: “Lalu bagaimana cara kita menjual tiga putri itu?”. Ali menjawab: “Ketiga putri itu dihargai sesuai dengan harga yang pantas, dan orang yang memilihnya membelinya dengan harga tertinggi”. Setelah ketiga putri itu dihargai, Ali mengambil ketiga putri tersebut, lalu menyerahkan salah satu putri kepada Abdullah bin Umar, satunya lagi untuk putra beliau yaitu Husain, dan satunya lagi untuk Muhammad bin Abu Bakar.
Putri yang diambil oleh Abdullah melahirkan Salim, dan yang diambil Husain melahirkan Zainal Abidin, dan yang diambil oleh Muhammad bin Abu Bakar melahirkan Qasim. Maka mereka bertiga (Salim, Zainal Abidin dan Qasim) adalah Banu Khalah (saudara satu bibi).
Ashma’i berkata: “Sebelumnya penduduk Madinah menjauhi tawanan perempuan sampai tersebar pada mereka ketiga orang itu (Salim, Zainal Abidin, Qosim), dan mereka bertiga mengungguli penduduk Madinah dalam hal keilmuan, kesholehan, kewara’an dan keutamaan, maka dengan itu orang-orang mulai menyukai tawanan perempuan”.
- Orang yang pertama kali mengambil kitab (catatan amal semasa hidup di dunia) dengan *tangan kanannya kelak dari umat ini adalah Abu Salamah Abdullah bin Abdul Asad karena beliau adalah orang yang pertama hijrah dari Makkah ke Madinah, semoga Allah memuliakan kedua kota itu (diambil dari kitab Kanzul-Asrár). Dan orang yang pertama kali mengambil kitabnya dengan *tangan kirinya kelak dari umat ini adalah Aswad bin Abdul Asad* saudara Abu Salamah bin Abdul Asad (diambil dari kitab Kanzul-Asrar).
- https://t.me/NGAJITERUS