Perkenalkan diri dan deskripsikan blog Anda


Pos Terbaru Saya
• • •
- HARI RAYAPEMBAHASAN TENTANG HARI RAYA 1- Syekh Ahmad Zaini Dahlan memakai pakaian biasa di hari raya lalu beliau berkata: “Aku takut akan membuat sakit hati orang fakir (yang tidak mampu membeli…Lainnya
- ZIARAH KE SEORANG WALIMENZIARAHI SEORANG WALI 1- Dikutip dari kitab A’malut-Tarikh: Barang siapa yang menulis sejarah seorang wali, maka dia akan bersama wali itu di surga kelak, dan barang siapa yang mempelajari sejarah…Lainnya
• • •Ahad 13 Jumadil akhir 1443 H.
KITAB FAWAIDUL MUHTAROH…
KASIH SAYANG KEPADA PEMBANTU
- Diriwayatkan bahwasanya Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib memanggil seorang budaknya, tetapi dia tidak menjawab panggilan itu. Lalu beliau memanggil untuk yang kedua dan ketiga kalinya, namun budak itu tidaklah menjawabnya. Beliau pun berdiri dan melihat budak itu sedang berbaring, lalu beliau berkata: “Bukankah kamu mendengar panggilanku wahai budakku?”. Budak itu menjawab: “Ya”. Beliau pun bertanya: “Apa yang membuatmu tidak menjawab panggilanku?”. Lalu si budak menjawab: “Karena aku merasa aman dari hukumanmu, maka aku pun bermalas-malasan”. Amirul Mukminin berkata: “Pergilah, karena kamu telah aku merdekakan semata-mata Karena Allah”. Kar-Risalah al-Qusyairiyyah: 244>
2- Dari Abi Mas’ud Al-Badri berkata: Aku pernah memukul budakku dengan pecut, lalu aku mendengar suara di belakangku berkata: “Ketahuilah wahai Aba Mas’ud!”. Aku tidak faham suara itu karena sangat marahnya. Tatkala suara itu mendekatiku, ternyata itu adalah suara Rasulullah. Beliau bersabda: “Ketahuilah wahai Aba Mas’ud, ketahuilah wahai Aba Mas’ud”. Abu Mas’ud berkata: “Aku pun melempar pecut itu”. Lalu Rasulullah bersabda: “Ketahuilah wahai Aba Mas’ud bahwasanya Allah lebih mampu menyiksa dirimu daripada kamu menyiksa budak ini”. Maka aku katakan: “Aku tidak akan memukul budak lagi untuk selamanya”. Dalam riwayat lain: lalu pecut itu terjatuh disebabkan oleh kewibawaan Rasulullah. Dan di riwayat lainnya: maka aku katakan: “Wahai Rasulullah, budak itu aku bebaskan semata
mata karena Allah”. Lalu Rasulullah bersabda: “Seandainya hal
itu tidak kamu lakukan, maka api neraka akan menghanguskanmu atau
kamu akan tersentuh oleh api neraka”. 3- Seorang lelaki mendatangi Rasulullah seraya berkata: “Berapa kali aku harus memaafkan pembantu?”. Rasulullah terdiam, kemudian beliau bersabda: “Maafkanlah dia 70 kali setiap harinya”.
KASIH SAYANG KEPADA HEWAN
1- Rasulullah memasuki suatu kaum sedangkan mereka tengah duduk di atas hewan-hewan tunggangan dan unta-unta mereka. Lalu Rasul bersabda: “Tunggangilah tungganganmu dalam keadaan selamat, dan biar kanlah tungganganmu dalam keadaan selamat, dan jangan jadikan tungga ngan kalian sebagai kursi untuk tempat obrolan kalian di jalan-jalan dan di pasar-pasar. Berapa banyak hewan tunggangan yang lebih baik dan lebih ba nyak mengingat Allah daripada penunggangnya’ “3.
- Diriwayatkan bahwa Imam Ghazali diimpikan oleh seseorang sepeninggal beliau. Lalu beliau ditanya: “Apa yang dilakukan Allah terhadapmu?”. Beliau pun menjawab: “Allah telah mengampuniku”. Lalu ditanya lagi: “Sebab apa?”. Beliau menjawab: “Sebab seekor lalat hinggap di atas penaku dan aku sedang menulis, lalu aku pun membiarkan nya sampai lalat itu merasa puas meminumnya. Oleh sebab inilah Allah mengampuniku”.
3- Di namakan Abu Dzar dengan nama tersebut karena beliau bersede kah gula pada seekor semut di rumahnya seraya berkata: “Dia (semut) adalah tetanggaku”.
- Habib Hamid bin Umar Al-Hamid pernah membagi makanan untuk kucing sebagaimana beliau membagi makanan itu untuk anak anaknya seraya berkata: “ini (kucing) termasuk golongan orang-orang miskin, Allah telah berfirman:
واعبدوا الله ولا تشركوا به شيئا وبالوالدين إحسنا وبذي القربي واليتمى والمسكين والجار ذي القربى [النساء 36]
“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya
“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun, dan berbuat baiklah kepada kedua orang tuamu, karib-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat”. (Q.S. An Nisa’: 36).
Sesungguhnya sayyiduna Umar bin Khatthab pernah melewati seorang anak kecil sedang mempermainkan dan menyiksa seekor burung, beliau pun merasa kasihan terhadap burung itu. Lalu beliau membeli burung itu dan melepaskannya. Tatkala Umar telah meninggal, banyak dari para sahabat memimpikan beliau dan berkata: “Tuhan telah mengasihaniku berkat rasa kasihanku terhadap burung kecil itu”.
6 Jika di waktu sholat ada seekor kucing sedang tidur di lengan baju Sayyiduna Ahmad Rifa’i, beliau pun memotong lengan bajunya (supaya kucing tersebut tidak terbangun), dan jika selesai sholat, beliau pun menjahitnya kembali.
- Termasuk dari akhlaq Sayyiduna Ahmad Rifa’i yaitu; ada seekor anjing yang terkena penyakit kusta, penduduk negeri itu pun merasa jijik terhadap anjing itu dan setiap orang mengusir dari pintu rumahnya. Namun, Sayyiduna Ahmad Rifa’i memungutnya, beliau pun keluar ke sahara bersama si anjing ini dan beliau membentangkan payung untuknya. Lalu beliau makan bersamanya dan beliau memberinya minum dan merawatnya sampai Allah memberikannya kesembuhan dari penyakit kusta setelah 40 hari. Setelah sembuh, beliau memanaskan air dan memandikannya dengan air hangat tersebut. Lalu beliau masuk ke kota bersama si anjing ini. Salah seorang bertanya kepada beliau: “Bagaimana anda memperhatikan anjing ini dengan perhatian yang penuh?”. Beliau menjawab: “Ya, aku takut Allah Akan menghukumku di hari kiamat kelak dan Allah akan berkata: “Apakah kamu tidak mempunyai rasa kasihan terhadap anjing ini, dan apakah kamu tidak takut akan diuji dengan ujian yang diterima oleh anjing ini?!”.
8- Termasuk dari ucapan Sayyiduna Imam Ja’far Shadiq: “4 hal yang tidak seharusnya tidak ditinggalkan oleh orang yang mulia (apalagi orang biasa); bangun dari tempat duduknya dan memberikan tempatnya untuk sang ayah, melayani tamunya, merawat hewan tunggangannya dan melayani gurunya”. keterangan senada di