KISAH TENTANG SEBAGIAN ORANG
SOLEH
KISAH TENTANG SEBAGIAN ORANG
SOLEH
Rabu Kliwon 15 Jumadil akhir 1443 H/19 Januari
Rabu Kliwon 15 Jumadil akhir 1443 H/19 Januari
TENTANG SAHABAT NABI
- Abdullah bin Mubarak (yang begitu tinggi keagungan dan keilmu
annya] ditanya tentang siapa yang lebih utama, apakah Muawiyyah
atau Umar bin Abdul Aziz?. Beliau menjawab: “Debu yang masuk di
hidung Muawiyah sewaktu bersama Rasulullah itu lebih baik daripada
Umar bin Abdul Aziz sekian kali lipat”, sambil mengisyaratkan bahwa
keutamaan shuhbah (kebersamaan) beliau bersama Rasulullah dan
melihatnya beliau pada Rasulullah itu tidak ada suatu pun yang
bisa menandinginya. Kash-Shawâiqul-Muhriqah: 321>
dari Anas sebuah hadits marfu’:
2- Diriwayatkan
« آية المنافق بغض الأنصار، وآية المؤمن حب الأنصار »
“Tanda orang munafik adalah membenci sahabat Anshar, dan tanda
orang Mukmin adalah cinta kepada sahabat Anshar”.
Dalam riwayat lain:
« حب الأنصار آية الإيمان، وبعضهم آية النفاق »
“Cinta sahabat Anshar adalah tanda keimanan, dan membenci mereka
adalah tanda kemunafikan”¹.
Kal-Manhaj as-Sawiy: 717> keterangan senada di
- Sebagian ulama berkata: Sewaktu aku tinggal bersebelahan dengan
Kota Madinah, beberapa sahabatku yang sedang kelaparan menda
tangiku. Maka aku pun keluar mencari makanan untuk mereka.
Lalu aku mendapati sekelompok orang Rafidhah (syi’ah) berada di
kubah Abbas, aku pun meminta makanan kepada mereka untuk
dimakan oleh sahabatku demi kecintaan pada Abu Bakar dan Umar.
Lalu salah seorang dari mereka berkata: “Pergilah bersamaku!”. Aku
pun pergi bersamanya ke sebuah rumah yang besar, ternyata terdapat
dua budak hitam dan dia menyuruh kedua budak itu untuk memu
kulku.
Keduanya pun memukuliku dengan keras, kemudian mereka
berdua memotong lidahku. Tatkala malam hari telah tiba, mereka
membuangku di tengah jalan dan aku mendapati diriku masih hidup.
Aku pun menuju kuburan Nabi dan aku mengadukan keadaanku
kepada beliau. Lalu aku ketiduran dan kemudian terbangun dalam
keadaan sehat. Tahun berikutnya, beberapa orang fakir mendatangiku
dan mereka meminta makanan kepadaku. Aku pun menuju kubah
Abbas dan aku dapati lagi orang Rafidhah, lalu aku meminta kepada
mereka demi kecintaan kepada Abu bakar dan Umar.
Lalu ada
seorang pemuda berkata: “Duduklah!” aku pun duduk. Tatkala mereka
selesai dari urusan mereka di kubah tersebut, aku pun ikut pemuda
itu ke rumahnya. Lalu dia memberiku makanan dan mengeluarkan
seekor kera. Aku pun bertanya: “Apa ini?”. Pemuda itu menjawab:
“Ini adalah ayahku, telah datang kepadanya seorang fakir pada tahun yang
lalu. Orang fakir itu memintanya makanan demi kecintaannya terhadap
Abu Bakar dan Umar, lalu ayahku memotong lidahnya dan menyuruh
budaknya untuk memukul si fakir itu”.
Lalu aku katakan padanya:
“Akulah si fakir itu”. Pemuda itu pun berkata: “Rahasiakanlah kejadian
ini, karena aku telah umumkan bahwasanya ayahku telah meninggal, dan
aku telah bertaubat dari perbuatan mencela Abu Bakar dan Umar”.
